New Topics

SANUR VILLAGE FESTIVAL XIV/2019 KEMBALI DIGELAR DI PANTAI MATAHARI TERBIT BERTEMAKAN MEMULIAKAN BAMBU.

8/19/2019

Pantau.Co.Id | Sanur Village Festival XIV/2019 tahun 2019 adalah 8 besar kegiatan tahunan kalender pariwisata nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dari 101 kegiatan pariwisata nasional yang pada tahun ini dimulai dari tanggal 21-25 Agustus 2019 di Pantai Matahari Terbit Sanur.

Tahun ini kembali menyajikan kreasi, inovasi, dan kolaborasi berbasis komunitas warga Bali khususnya yang setiap tahun diharapkan dapat menarik minat pengunjung dan selalu menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Sanur Village Festival tahun ini mengambil tema "Dharmaning Gesing" yang artinya memuliakan bambu. Kenapa bambu, karena filosofi bambu yakni persatuan dan kesederhanaan, "the symbol of universe" begitu luar biasa, persatuan karena selalu rumpun bukan satuan dan kesederhanaan karena semakin tinggi ujungnya semakin merunduk dan bambu menyimpan banyak manfaat lainnya sebagaimana diketahui. 

Hal ini disampaikan Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau akrab disapa Gusde di acara "press conference" di Griya Santrian Resort Bali Sanur bintang 4 dengan semua fasilitas luar biasanya. Beliau adalah icon dan inspirasi Sanur Village Festival sekaligus Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, beliau mengatakan branding yang telah terbangun hingga kini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan bersama warga ingin terus memberikan sumbangsih bagi keberlanjutan pariwisata yang menjadi penopang ekonomi terbesar di wilayah Sanur khususnya untuk menggerakkan berbagai komunitas untuk tak henti menyajikan kreasi, dan inovasi terhadap kemanfaatan tanaman bambu yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali dimana Bali aman untuk dikunjungi wisatawan dari belahan bumi manapun.

"Kami terus akan melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kemasan festival agar tetap menjadi daya tarik dan menjadi kenangan mengesankan bagi para pengunjung termasuk wisatawan, tambah Gusde, Senin (19/8/2019) di Griya Santrian Resort Bali Sanur.

Sanur Village Festival tahun ini menggelar kurang lebih 20 pagelaran acara diantaranya berbagai jenis kesenian tradisional, fashion, makanan dan musik yang dari tahun ke tahun partisipasinya terus meningkat dan akan dihibur musisi-musisi terkenal dan lokal diantaranya Indra Lesmana, Trio Lestari, Pongki Barata, Krakatau Band, Isyana Saraswati, Dewa Budjana, Navicula, Kunto Adji, Gus Tedja, Katon Bagaskara dengan 3.000 total musisi dan semuanya mengangkat bambu sebagai material utamanya dengan terus mengedepankan kebersihan dan jauh dari plastik dengan target 100 ribu pengunjung.

Sebelumnya Sanur Village Festival diawali dengan penyelenggaraan International Sanur Kite Festival yang diikuti peserta dari 26 negara dengan 1.300 peserta, Sunari & Pindekan Contest dan Photography Contest & Exhibition yang diikuti 31 fotographer yang seluruh hasil karyanya menghusung tema bambu dan digelar sepanjang festival di Griya Santrian Hotel Sanur, Local Sanur Kite Festival, Surfing Competition yang ditutup pada Minggu (18/9/2019), Dialog Budaya Sanur Village Festival pada Jum'at (9/8/2019) yang menghadirkan 4 narasumber pada kesemuanya dimulai dari Jum'at (9/8/2019) dan ditutup pada Minggu (18/8/2019).

Di ujung Sanur Village Festival nantinya akan diadakan parade pada hari Minggu (25/8/2019) di Jalan Danau Tamblingan Sanur sehingga benar-benar jangan dilewatkan.

Sepanjang 5 hari pelaksanaan festival sejak pagi hingga malam hari diisi juga berbagai aktivitas diantaranya Bonsai Contest, Tennis Competition, Penjor Competition, Jukung Competition, Kite Surfing Competition, Village Cycling Tour, Coral Conservation, Food Festival, Food Heritage, Green Booth, Sanur Bazaar, Coral Plantation, Music and Culture Show, Painting on the spot, Coffee Education & Cupping Pura Cepa Beans, Bartender Mixologi, Beach Clean Up & Tree Planting, Lomba Mewarnai Tingkat TK, Paws Walk & Animal Health Day BAWA, Santrian Yoga Festival & Baby Turtle Release, Santrian Regatta, Sailing Competition, Aerobic Competition, Fun Bike, Fishing Competition, Parade Beleganjur dan banyak lainnnya. Jadi jangan tunda lagi , kunjungi Sanur Village Festival di Pantai Matahari Terbit Sanur dari tanggal 21-25 Agustus 2019 bersama rekan, teman dan keluarga tercinta.(Yesi)

Momentum Harkopnas 2019, Pemkot Depok Komitmen Majukan Koperasi

8/07/2019
Pantau Terkini– Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2019 memasuki usia ke-72 tahun. Pada usianya tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berkomitmen mendorong Tercapainya kemajuan koperasi di daerah. Pasalnya, Dengan kemajuan koperasi akan sejalan dengan kesejahteraan masyarakat. “Kalau kita mempunyai tekad yang kuat untuk menghidupkan dan memajukan koperasi, banyak sekali keberkahan yang tidak kita duga,” Kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris usai membuka Pekan Koprasi Kota Depok di lapangan Balai Kota Depok, Kamis (01/08/2019). Oleh karena itu, momentum Harkopnas, Ucap Mohammad Idris, ada tiga makna yang bisa ditarik Pelajaran. Makna Pertama untuk memperjuangkan Koperasi. harus belajar Kooperatif dalam kehidupan bermasyarakat, tidak egois, tidak jalan sendiri sendiri. Makna kedua yakni harus belajar gotong royong dan kerjasama. “Kemudian makna ketiga yakni kita harus berani untuk mandiri, seperti Koprasi yang mandiri bisa mengembangkan usahanya,” ujarnya. Di tempat Yang sama, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menuturkan, Momen. Harkopnas ke -72 diharapkan Koprasi di Depok yang jumlahnya mencapai 426 Koprasi terus berkembang. Selain itu ratusan Koprasi ini juga bisa menjadi salah satu salah satu sektor yang memajukan perekonomian Depok . “Ke depannya kita inginkan tumbuh dan berkembang lagi Koperasi- koperasi Sehat.Dengan begitu, koperasi Itu dapat membantu Perekonomian dan Dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Depok,” ucapnya. (Dj)

DPRD Kota Depok Gelar Rapat Paripurna Laporan KUA Dan PPAS

7/29/2019


DPRD Kota Depok menggelar Rapat Paripurna hasil pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2020, di Gedung DPRD Kota Depok,Jumat (26/7/19).

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Supariyono dalam sambutannya mengatakan,” Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan PPAS Kota Depok Tahun Anggaran 2020 telah dibahas dalam rangkaian Rapat Kerja Pembahasan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS, yang diselanggarakan Juli tahun 2019 ini.

Tujuan dari rencana pembangunan yang tertuang dalam KUA Kota Depok TA 2020 adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan kebijakan, daya saing (daerah), dan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

Tidak tampak upaya khusus terprogram yang diproyeksikan. Seluruh program tampak sebagai kumpulan kegiatan semata-mata,” tegas Supariyono.

Lebih lanjut Supariyono menambahkan,”, bahwa penyusunan KUA dan PPAS merupakan bagian dari upaya pencapaian visi, misi tujuan, dan sasaran kinerja RPJMD Kota Depok 2016-2021.

“ Sistem tata kelola pemerintahan daerah dan sistem manajemen risiko pemerintahan daerah, belum tampak benang merahnya terkait pencapaian RPJMD.

“Khususnya pada tahun keempat ini untuk menjamin sasaran RPJMD tahun terakhir akan tercapai,” jelasnya.
Angota FPKS ini menambahkan, KUA, merupakan perangkat tertinggi dan penting dalam manajemen pemerintahan.

Agar melalui PPAS dan kemudian Rancangan APBD dan selanjutnya APBD, untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran kinerja.“ Rancangan KUA dan PPAS tahun keempat RPJMD ini, membutuhkan langkah-langkah lebih strategis dan terobosan-terobosan inovatif untuk mengejar ketertinggalan.

Tidak cukup hanya mengandalkan rencana sebagaimana kemampuan biasa tahun-tahun dan semester sebelumnya,” tegasnya.

Lebih jauh, Realisasi Pendapatan Daerah tahun 2018 meningkat 3,26% bila dibandingkan dengan tahun 2017. Peningkatan ini rupanya diperoleh dari lain-lain Pendapatan Daerah yang sah dan bukan dari Pendapatan Asli Daerah, yang seharusnya menjadi komponen terbesar Pendapatan Daerah.“Oleh karena itulah Pemerintah Kota Depok hendaknya meningkatkan fokus pada peningkatan PAD ini, yang didominasi oleh Pendapatan Pajak Daerah,” ucapnya.

Pada tahun anggaran 2020, rencana Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp 2.914.676.544.900, yang terdiri dari Pendapatan Daerah sebesar Rp 1.256.555.614.491, Dana Perimbangan sebesar Rp 1.036.073.143.000, dan Lain-Lain Pendapatan yang Sah sebesar Rp 622.047.787.409.

“Merujuk pada RKPD 2020, maka target pendapatan tersebut secara nominal telah selaras dengan RKPD 2020.

Analisis terhadap kebijakan dilakukan untuk memeriksa kesesuaian program, kegiatan, dengan pagu anggaran yang dinyatakan dalam Rancangan PPAS 2020,” terangnya.

Sementara, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengapresiasi Rapat Paripurna yang dilakukan. Rapat yang berjalan kondusif, menunjukan pekerjaan Pemerintah yang baik.

Pihaknya mengaku akan bekerja lebihbaik,demi terciptanya Kota Depok yang
Unggul Nyaman dan Religius.

“Semoga kita kedepan bisa melakukan yang lebih baik dengan memaksimalkan kinerja.tegas.Pradi Supriatna

Lomba International Flower Championship (IFC) Hasilkan Milyarder Baru

7/23/2019
Bali | www.pantau.co.id | Nir Peretz salah satu warga negara Inggris yang berniat menjadikan seseorang memiliki kekayaan berupa uang senilai Rp 1.000.000.000;00 (satu miliar rupiah ) terwujud sudah dengan diadakannya kompetisi International Flower Championship (IFC) atau Kompetisi membuat kebun bunga di pekarangan atau disekitar rumah.

Ide brilian Nir Peretz ini di tangkap baik oleh I Nyoman Hendrawan dan cita cita I Nyoman telah warga asal Banjar Jaang, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar merebut juara 1 di lomba IFC yang pertama sekaligus mengoleksi dana senilai Rp 1 miliar tersebut.

I Nyoman Hendrawan, yang semula berkerja sebagai “loper koran” selama 25 tahun itu kini berubah status sosialnya dikalangan sanak keluarga dan masyarakat .

Dulu hanya sebuah impian seorang Nir Peretz warga negara Inggris mengangkat taraf ekonomi seseorang dengan sebuah kerja untuk kemasyarakatan tapi kini menjadi kenyataan.

Nir Peretz seorang pengusaha dan juga owner (pemilik) dari Hanging Gardens of Bali ini sejak lama dan baru terwujud ditahun 2019 ini. Uang untuk kompetisi ini diambil dari kocek pribadi Nir Peretz.

Kelanjutan untuk melaksanakan kegiatan IFC, Nir Peretz menggandeng pihak swasta, dan awak media sebagai media partner yang menyiarkan acara ini hingga tuntas.

"Dari kompetisi pertama ini kami mendapat apresiasi dari semua kalangan termasuk pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Gianyar yang kebetulan bupatinya Agus Mahayastra sangat merespon acara ini.

Terhadap program bagus ini tentunya kedepan kita berharap tidak hanya pihak swasta yang berperan sebagai sponsor tapi pemerintah.

Karena kami ingin dalam pelestarian alam dan lingkungan pemerintahlah yang berperan penting,” papar Nir Peretz saat jumpa wartawan, Senin (22/7) di hotel setempat.

Kompetisi IFC ini diadakan bertujuan mengangkat seseorang menjadi milioner peduli lingkungan yang paling nyata adalah memperindah lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan berbagai tanaman hias.

Kesan nuansa asri ini terlihat saat beberapa awak media sempat mengunjungi rumah I Nyoman Hendrawan, pemenang pertama lomba IFC 2019 ini.
Di rumahnya yang luasnya kira-kira 20 are ini benar-benar asri.

Berbagai jenis tanaman bunga tumbuh subur disana-sini mulai dari depan rumah hingga pelataran belakang di kandang babi milik keluarga sehingga nampak seperti hutan mini.

Berada di rumah I Nyoman Hendrawan membuat kita betah berlama-lama memandangi merekahnya kuntum mawar katleya dan sejenisnya.

Kompetisi ini baru diikuti oleh peserta dari Bali saja, “namun rencana kedepan akan ada tiga kategori kompetisi yang akan melibatkan peserta dari seluruh Indonesia yang akan diadakan di Jakarta diikuti seluruh provinsi di tanah air.

Tahun depan akan mengikutsertakan siswa sekolah dasar (SD) untuk mencari bibit-bibit baru yang merupakan masa depan dari kompetisi ini. Mereka boleh mendaftar lewat email kita,”paprar Nir Peretz.

I Nyoman Hendrawan Dan Hoby Tanam Tanaman Hias

I Nyoman Hendrawan yang lahir 20 Juli 1973 adalah sosok pekerja keras dan memiliki hoby membuat dan mencangkok berbagai tanaman hias untuk dibonsai sehingga rumahnya nampak sebagai etalase. Serunya, selain tanaman hias, Nyoman Hendrawan juga memelihara madu hutan di rumahnya yang juga turut memperkuat penilaian juri akan kreatifitasnya.

Hoby inilah yang menjadikan dirinya tertantang untuk mengikuti Lomba International Flower Championship (IFC) dan menang. Dari 185 peserta lomba, juri yang terdiri dari Nir Peretz, Zsa Zsa Yusharyahya (presenter stasiun TV), I Nyoman Nuarta, dan Puja Astawa (Komedian Bali) menetapkan 10 orang sebagai pemenang.

Dimana, satu diantaranya yaitu I Nyoman Hendrawan sebagai pemenang hadiah Rp 1 miliar, sedangkan 9 peserta lainnya mendapatkan masing-masing tabungan dari Bank Mandiri senilai Rp 5 juta.

Puncak acara penetapan pemenang kompetisi IFC ke-1 tahun 2019 dilaksanakan di Hanging Gardens of Bali pada Sabtu 29 Juni 2019.

Terkait perbedaan hadiah yang diterima oleh pemenang pertama dan lainnya, hal ini memang menjadi aturan dalam kompetisi ini.

“Tentu kedepan akan kita berikan hadiah lebih tinggi kepada 9 pemenang lainnya jika ada sponsor yang mensupport dana dalam kompetisi ini.

Lagi pula kami memang mau hadiah utama Rp 1 miliar ini untuk niat mengangkat seseorang menjadi terangkat secara ekonomi dan status sosialnya,”tambah Nir Peretz. (Red)

Karnaval Etno Banyuwangi 2019

7/21/2019

Menteri Pariwisata Arief Yahya ingin gelaran Banyuwangi Etno Carnival 2019 digelar sungguh-sungguh,  Ia juga pelaksanaannya tidak terganjal oleh aturan birokrasi yang sempit.
"Ini momentum untuk mengangkat nama Banyuwangi ke kelas dunia. Silakan Benchmark ke Jember Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, yang nama-namanya sudah mendunia,"  kataMenpar Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/7).
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2019 sendiri digelar pada bulan Juli ini. Tepatnya pada tanggal 27 mendatang. Beragam desain kostum yang eye catching akan tersaji dalam acara ini.
Sementara Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, mengatakan BEC 2019 akan difokuskan di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.
“Standarnya yang digunakan di BEC 2019, adalah standar internasional. Narasinya ada dua. Satu Bahasa Indonesia. Satunya lagi Bahasa Inggris. Jadi siapapun yang datang bisa menyimak banyak kisah di balik tema yang ditampilkan," tutur Don Kardono.
Don menjelaskan, lokasi acara akan disulap bak catwalk jalanan. Seperti halnya Jember Fashion Carnaval dan Rio de Janeiro di Brazil.
"BEC 2019 masuk dalam Top 10 Calendar of Event Nasional. Inilah salah satu kekayaan parade karnaval yang dimiliki Indonesia," tambah salah satu kurator 100 Calender of Event Nasional itu.
Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuti juga seirama.
“BEC bisa menjadi jembatan antara kesenian tradisional dengan modern. BEC bisa lebih diterima di panggung internasional," tutur Esthy.

Panorama di Indonesia Tentu Tidak Kalah Dengan Negara Lain

7/21/2019


Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, mulai dari Sabang di Aceh hingga Merauke di Papua, yang terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil, yang dihubungkan oleh selat dan laut. Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak 17.504 pulau. 7.870 dari mereka memiliki nama, sementara 9.634 tidak memiliki nama.

Luas total lautan Indonesia lebih luas dari daratannya, luas daratan Indonesia 1,91 juta km2, sedangkan luas samudera adalah 6,279 juta km2. Dengan meluasnya Indonesia menyimpan banyak sumber daya alam di darat dan di bawah laut yang indah. Tidak heran jika Indonesia memiliki banyak tempat indah terutama di sektor pantai. Karena posisi geografis Indonesia sendiri yang terletak di bagian khatulistiwa. 
Di antara sekian banyak pantai, ada beberapa pantai di Indonesia yang dikategorikan sebagai pantai terindah di dunia. Antara lain Pantai Senggigi di Lombok, Pantai Kuta di Bali, Pantai Bunaken di Manado, dan banyak pantai indah lainnya.

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat indah. Karena keindahan alamnya itulah Indonesia telah menjadi tujuan wisata yang banyak diidam-idamkan oleh pelancong lokal maupun internasional dari seluruh dunia. Panorama di Indonesia tentu tidak kalah dengan negara lain. Untuk itu tidak ada salahnya jika kita berlibur untuk menikmati berbagai keindahan alam yang ada di Indonesia dan menjadikannya sebagai tujuan wisata.

Tidak hanya itu, Indonesia juga kaya akan budaya, berbagai suku yang hidup di Indonesia dengan keharmonisan dan kedamaian, masing-masing suku memiliki ciri khas tersendiri yang menjadikan keanekaragaman budaya di Indonesia, selain itu Indonesia juga memiliki kuliner khas di masing-masing wilayah.

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Padahal, seluruh dunia adalah atraksi terkenal di sini. Indonesia memiliki ratusan Taman Nasional yang wajib dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Nasional Komodo yang merupakan satu-satunya habitat Komodo di dunia. Selain itu, ada juga favorit pendaki internasional yaitu Carstensz Pyramid tempat gunung ini diselimuti salju abadi. Sejatinya, kekayaan objek wisata alam Indonesia tak terhitung. Untuk membuktikannya, silakan kunjungi Indonesia sebagai tujuan wisata yang direkomendasikan dengan menghadirkan kekayaan alam terlengkap di bumi.

Fashion Store House of Samba (HOS) mengadakan acara Grand Opening store kedua di Side Walk Jimbaran

7/21/2019
Pada hari ini, Sabtu 20 Juli 2019 Fashion Store House of Samba (HOS) mengadakan acara Grand Opening store kedua di Side Walk Jimbaran beralamat di Jalan Raya Uluwatu, lantai 2, Unit 1F-17B Jimbaran beserta pegelaran fashion show dengan tema Flower in the Jungle. Store pertama House of Samba (HOS) berada di Bali Collection Nusa Dua, Unit A#12-3 yang dibuka resmi pada 26 Desember 2015 hingga sekarang. 

Pada acara Grand Opening House of Samba (HOS) store kedua ini diadakan pertunjukan fashion show yang turut dimeriahkan oleh pertunjukan percussion dan permainan Biola oleh violist muda berbakat Putu Nirbita Calya Danastri.

Acara Grand Opening House of Samba (HOS) pada hari ini merupakan rangkaian peristiwa dari acara Melaspas,  dilanjutkan acara Soft Opening pada hari Selasa sebelumnya pada tanggal 16 Juli 2019 pukul 08.30 WITA.

House of Samba (HOS) adalah nama dari brand fashion karya wanita lokal Bali. Yang menjadi konsep House of Samba (HOS) adalah Daily Resort Wear dimana hal ini sangat ideal dengan style mode di Bali sebagai destinasi pariwisata yang santai, ramah, simple dan energik tetapi tetap menonjolkan keeleganan dalam setiap penampilan. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh setiap design dari House of Samba (HOS).

Hampir 4 tahun sejak membuka store pertama di Bali Collection Nusa Dua, 80% customer House of Samba (HOS) adalah turis mancanegara yang sedang liburan ke Bali, sebagian adalah wisatawan lokal berasal dari Jakarta, Surabaya, Makassar dan expatriat yang sudah menetap tinggal di Bali serta loyal customer dari beberapa negara.


Produk dari House of Samba (HOS) didesign dan diproduksi di Bali dengan pilihan material yang sangat nyaman dan kualitas tentu saja menjadi focus utama yang membuat House of Samba (HOS) memilki pasar tersendiri dan diminati para pecinta fashion.

House of Samba (HOS) memproduksi setiap model dan print dalam jumlah terbatas, hal ini untuk menjaga keekslusifan dari setiap design yang dihasilkan. Untuk melengkapi setiap outfit dari setiap design pakaian yang dikeluarkan, House of Samba (HOS) juga menyediakan  koleksi tas, accesories, kacamata dan jam tangan. Meski koleksi keseluruhan kebanyakan untuk kaum wanita tetapi House of Samba (HOS) juga menyediakan pakaian untuk pria.

Tentang House of Samba (HOS):

PT Global Lintas Solusi adalah perusahaan yang menaungi brand House of Samba (HOS) yang berkantor pusat di Jalan Gunung Catur I No 168, Denpasar. Telp. 
Email. 

Setiap design dan konsep yang dihasilkan House of Samba (HOS) tidak lepas  dari hasil karya Sri Atinigsih yang juga komisaris dari PT Global Lintas Solusi dan tentunya di bantu oleh team yang sangat luar biasa. 

Dunia Fashion sudah menjadi kesibukan  Wanita 38 Tahun dari 10 tahun yang lalu, dari mulai hal yang paling dasar yaitu menjahit sampai management skill hingga akhirnya tahun 2015 silam dengan support yang luar biasa,  memberanikan diri untuk membuka House of Samba (HOS) dan bersyukur kepada Tuhan bisa bertahan sampai sekarang meskipun di tahun pertama dan kedua sangat penuh perjuangan, tetapi dengan terus belajar dan intropeksi dan  astungkare pada hari ini bisa terus berkembang dan membuka store kedua di Side Walk Jimbaran.

Harapan terbesar House of Samba (HOS) adalah kedepannya seperti makna yang terkandung dalam arti Samba dalam bahasa sansekerta yaitu  penuh kebaikan maka  setiap karya dan design yang dihasilkan oleh House of Samba (HOS) jauh semakin lebih baik lagi dan bisa bersaing dengan brand brand luar yang terlebih dahulu ada dan di tahun depan bisa membuka berapa store lagi sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi buat masyarakat Bali khususnya.

Peran Penting Untuk Bidik Visi 'Indonesia Gold 2045"

7/21/2019
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza saat ditemui usai meresmikan
Pojok Inovasi Cassava Castle di Bandar Lampung, Lampung, Jumat (19/7/2019)
Teknologi memang tidak bisa dipisahkan dari upaya dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, terutama untuk membidik visi 'Indonesia Emas 2045'. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza yang mengatakan teknologi memiliki peranan penting dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB). 

Untuk meningkatkan PDB per kapita itu, menurutnya, peningkatan potensi yang ada di daerah tentunya juga sangat diperlukan. "Yang di daerah pasti juga diminta meningkatkan seluruh potensi daerahnya agar berkontribusi meningkat PDB lokal hingga nasional. Tapi memang pendapatan per kapita tidak banyak meningkat, berbeda dengan PDB nasional," ujar Hammam Riza, usai meresmikan Pojok Inovasi Cassava Castle, di Bandar Lampung, Lampung, Jumat (19/7/2019). Ia mengaku mendapatkan banyak informasi bahwa BPPT melalui Balai Besar Teknologi Pati (B2TP) turut berkontribusi dalam pengembangan ekosistem inovasi nasional di provinsi Lampung. 

Mantan Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT itu menyebut ada banyak kegiatan yang dilakukan BPPT di kawasan tersebut. "Saya dapat masukan bahwa banyak kegiatan di Lampung, BPPT sudah menjadi bagian ekosistem inovasi nasional," jelas Hammam.

Hal itu dilakukan untuk menyalurkan penguasaan teknologi demi memberikan dampak positif bagi mereka yang membutuhkan teknologi dalam peningkatan di berbagai sektor, termasuk sektor industri pangan.


"Berusaha bisa memberi manfaat untuk salurkan penguasaan teknologi, ini dasar kami agar bisa berperan aktif untuk penyedia dan pengguna teknologi," kata Hammam. 

 Di Lampung, terdapat 74 pabrik yang mampu memproduksi tapioka hingga mencapai angka 2 ton.Kendati demikian, ketersediaan bahan baku ubi kayu atau singkong yang berada di bawah batas minimum jumlah yang dibutuhkan pabrik, membuat permasalahan sering muncul. 
Perlu diketahui, pabrik tapioka di Lampung membutuhkan bahan baku sekitar 8 juta ton untuk bisa mencapai target produksi.

Sedangkan bahan baku yang tersedia di sana saat ini berada pada angka di bawah itu, yakni sekira 6,5 hingga 7 juta ton per tahun. Menurut Hammam, permasalahan yang dialami pabrik Tapioka di Lampung tentunya bisa teratasi jika menerapkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)

Sekolah Khusus Mode Muslim di Indonesia, Islamic Fashion Institute

7/06/2019
Artis Indonesia Inneke Koes Herawati
Jakarta | www.pantau.co.id | Islamic Fashion Institute bukan sekadar sekolah mode pakaian muslim di Indonesia. Selain mengajarkan keterampilan desain, sekolah ini melatih styling dan pemasaran berdasarkan norma-norma agama Islam. 

Sekolah yang sudah berdiri selama tiga tahun dan berada di Bandung ini mengajarkan siswanya untuk membuat pakaian muslim yang stylish dan bervariasi sesuai dengan norma agama Islam, seiring dengan permintaan busana modest yang semakin tinggi.

"Para siswa kami membuat desain yang unik dan menjadi pemimpin di bidang fesyen modest. Kami juga mengajari mereka bagaimana berpakaian yang dianjurkan oleh agama Islam," ungkap Deden Siswanto, pendiri Islamic Fashion Institute, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (12/6/2018).

Para siswa akan diajarkan membuat desain dan menjahit sampai pada pemasaran bisnis busana muslim selama sembilan bulan. Sekolah mode ini menerima baik siswa laki-laki maupun perempuan yang mau belajar fesyen.

Dia melanjutkan pengajar di sekolah ini adalah orang-orang yang bergerak di praktik bisnis busana muslim dan semua pengajarnya adalah orang Islam.

Mengacu pada data Global Islamic Economy (GIE) Report 2017/2018, pengeluaran masyarakat Muslim dunia terhadap pakaian Muslim mencapai US$254 miliar pada 2016 atau setara dengan Rp3.537,7 triliun. Nilainya diproyeksi meningkat menjadi US$373 miliar pada 2022, sekitar Rp5.195,13 triliun. 

Meski industri fesyen Muslim Indonesia terus berkembang, tapi laporan itu mencatat Indonesia belum masuk dalam daftar 10 besar negara industri fesyen Muslim global. Negara-negara yang masuk dalam daftar adalah Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Italia, Singapura, Prancis, China, Malaysia, India, Sri Lanka, dan Maroko.

Pukau Penonton di New York Fashion Week Acara Fashion Show Di New York

7/06/2019
Newyork | www.pantau.co.id | Designer Gaun Muslim Ning Zulkarnain adalah designer yang telah memulai kariernya sejak 1986. Kini produk wanita asal Bandung ini, tak hanya dipamerkan di Indonesia saja, melainkan sudah merambah ke Chicago, Amerika Serikat hingga Otawa Kanada. Kini Ning pun berkesempatan kali pertama memamerkan fashion show di kota New York. 

Sebanyak 12 Model praga busana asal New York pentaskan Busana Rancangan Ning Zulkarnain yang berwarna soft pink. "Para model mengaku merasa senang, karena ini merupakan pertama kalinya. Mereka mengenakan penutup kepala yang biasa kita namanya mengenakan Hijab," kata Ning dalam keterangannya, Kamis (26/9/2018).

Design classic dengan sentuhan detail-detail yang serasi membuat koleksi Ning Zulkarnain memukau para tamu yang hadir di New York Fashion Week.

Ning Zulkarnain merupakan satu satunya designer busana muslim berbagi panggung dengan para fashion designer dari negara lain seperti Georgia, Rusia, Pakistan, India dan Amerika merupakan pengalaman yang menarik selama karir nya.

Para undangan yang hadir di acara tersebut adalah para media international Fashion influencer dan juga buyers. Ning Berharap dapat secara continue juga konsisten mengikuti fashion show di New York City.
 
Copyright © PANTAU.CO.ID. Designed by OddThemes & VineThemes