Digital Art Painting karya I Made Budiartha yang bernuansa seni Bali semakin diminati oleh masyarakat diluar BALI.

Kembali pewarta sangat tertarik dengan Karya I Made Budiartha seniman Digital Art Painting dan hari ini jam 20.00 wita tgl 19 Agustus 2021 saya berkunjung di kediamannya untuk melihat karya karyanya yang bernuansa seni tari Bali yang memang cukup fenomenal bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebagian hasil karyanya sudah terjejer didepan teras ruangan kerjanya dan memang setelah tercetak dalam kanvas dan terbalut pigura terlihat sangat indah dan hidup kombinasi warnanya. Ada beberapa lukisan yang mewakili untuk pewarta naikkan sebagai artikel. Dan semuanya telah dijelaskan dengan baik kepada pewarta tentang lukisan dugital art tersebut.

TARI REJANG adalah sebuah tarian kesenian rakyat/suku Bali yang ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk perempuan. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan Hindu Dharma.

TARI REJANG

Tarian ini dilaekukan/ditarikan oleh penari-penari perempuan Bali dengan penuh rasa hidmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu dan penuh penjiwaan. Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang meriah dengan banyak dekorasi-dekorasi, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang kadang kala dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan.

LEGONG KERATON

Salah satu karya seni tari yang indah dari Pulau Bali adalah tari Legong Keraton. Disebut Legong Keraton karena pada zaman dahulu, tarian ini hanya berkembang di lingkungan istana.

Dari Dalam Pura Sampai ke Luar Istana.

                 LEGONG KERATON

Nama Legong berasal dari bahasa Bali, Leg (gerak yang luwes) dan gong (gamelan) yang menyatu menjadi Legong yang berarti gerak-gerak luwes yang diiringi gamelan.

Tari Legong Keraton muncul sekitar awal abad ke-19 M. Tarian ini muncul dari ide seorang Raja Sukawati bernama I Dewa Agung Made Karna.

Awalnya tarian ini bersifat sakral. Tarian ini hanya dipentaskan di pura untuk mengiringi upacara-upacara agama Hindu. Pada tahun 1928, Raja mengijinkan tarian ini dipentaskan di luar istana agar dapat dinikmati oleh rakyat.

Pada tahun 1931 tarian ini mulai ditampilkan secara luas untuk mendukung pariwisata. Banyak hotel di Bali yang mementaskan tarian ini untuk menghibur wisatawan .

LEGONG LOTRING sesuai nama penciptanya MAESTRO tabuh dan tari Wayan Lotring, sepanjang hidupnya mengabdi pada seni. Waktu produktifnya ia pergunakan untuk mengabdi pada kesenian di seluruh pelosok Bali, dengan berjalan kaki. Tanpa pretensi. Begitulah memang sikap para maestro seni masa lalu di Bali, mereka memiliki totalitas yang tiada tara dalam berkesenian, dalam mendedikasikan diri pada seni.

LEGONG LOTRING

Kami dan I Made Budiartha berbincang santai diteras tempatnya bekerja sambil menikmati kopi Bali dan jajan Bali. Sang seniman mengatakan dimasa pandemi yang panjang ini memang pesanan dari pecinta hasil karyanya menurun . Namun pesanan sesuai keinginan pelanggan masih tetap ada bahkan dari luar Bali mulai banyak juga.

Kita semua berharap situasi semakin membaik dan kesadaran masyarakat Bali untuk menterapkan prokes juga semakin tinggi .Dan semoga Bali kembali terbuka lebar untuk para Wisatawan menikmati keindahan Bali.

panterbali-ukie

Post a Comment

0 Comments