Potret Suram Guru Honor

 

Sukabumi Pantau Terkini.co.id

Pandemi Corona Virus Diseases (Covid-19) melanda Indonesia sudah hampir dua tahun, berbagain upaya penanggulangan telah dikerahkan oleh Pemerintah dari mulai tenaga medis, obat-obatan dan berbagai bantuan sosial telah disalurkan,

Data yang berhasil dihimpun Pantau Terkini.co.id, pada umumnya warga masyarakat telah mendapat bantuan sosial yang disalurkan dari berbagai instansi, seperi PKH (Program Keluarga Harapan), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantual Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) dan berbagai bantuan lainnya,

Sasaran bantuan tersebut untuk masyarakat miskin, acap kali ditemukan berbagai penyimpangan yang dilakukan oknum pejabat yang terlibat dalam hal tersebut,

Temuan dilapangan, di Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat, pada umumnya guru honor yang mengabdi mencerdaskan anak Bangsa nampaknya terabaikan sebagai penerima Bansos baik BLT-DD ataupun BST (Bantuan Sosial Tunai), padahal guru honor tersebut berpendapatan antara 200 ribu rupiah sampai 600 ribu rupiah per bulan,

Sebut saja Herman (Nama samaran red*) salah seorang guru honor yang mengajar di Madrasah Aliyah, dengan nada lunglai dia menuturkan, “Saya mengajar di Madrasah Aliyah sudah hampir tiga tahun, saya mendapat honor 200 ribu rupiah kadang-kadang  mendapat 300 ribu perbulannya, tergantung absensi,

Karena saya dipandang sebagai seorang guru yang berpakaian selalu rapih, saya dianggap orang yang cukup sandang, pangan dan papan, padahal saya tidak memiliki pendapatan lain selain honor dari mengajar ditambah Tunjangan Fungsional dari Kementrian Agama (Kemenag) senilai 250 ribu rupiah perbula, yang dibayarnya tidak menentu dan sampai saat ini sudah enam bulan belum dibayar (Januari-Juni),”Terangnya

Hal senada disampaikan Maman (Nama samaran red*) salah seorang guru honor Madrasah Tsanawiyah yang memiliki dua orang anak, dia menjelaskan “Karena saya dipandang sebagai orang yang memiliki pekerjaan dan berpenampilan rapih, maka saya luput dari pendataan pihak Desa sebagai calon penerima bantuan sosial (Bansos), padahal kami hidup  sebagai keluarga miskin dengan beban tanggungan keluarga yang cukup berat, apalagi kondisi pandemi seperti saat ini,”Jelasnya

Masih kata Maman, “Kami berharap pendataan penerima Bansos tolong diperhatikan guru honor yang berpendapatan rendah, sebab kami juga sama sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), jangan karena penampilan rapih sehingga dipandang sebagai orang kaya,”Imbuhnya

“Maju mundurnya sebuah Bangsa bergantung dari kualisan guru, seorang guru patut dihargai karena jiwa raga mereka telah diwakafkan untuk mendidik, mencerdaskan kehidupan Bangsa dan itu menjadi tanggung jawab bersama, jangan biarkan penderitaan guru, hargai guru dan berikan pendapatan yang layak,”Demikian disampaikan Eddy FTH (Pemerhati Pendidikan),

Eddy, FTH menambahkan, “Jika kita berhianat terhadap guru dan atau pendapatannya dihambat, maka suatu saat kita akan mendapat akibat yang cukup berat baik didunia maupun diakhirat kelak, warnai kehidupan guru dengan pendapatan yang layak, jangan bikin suram potret masa depan mereka, karena mereka punya anak, butuh biaya untuk mendidik anaknya,”Pungkasnya (Red***)

 

 

Sumber     : Pantau Terkini

Editor        : Usep


Post a Comment

0 Comments